30/07/2025
Berbagi cerita kami di event World Of Coffee (WOC) yang di gelar di jakarta bulan Mei lalu. Event kopi international pertama yang di gelar di indonesia yang sekaligus menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.
Jadi, kenapa event itu penting buat kami?
Ya, Karena kami merasa menjadi bagian salah satu mata rantai dari industri kopi ini. Penting buat kami untuk mengupdate informasi terkini dunia kopi global, sekaligus untuk memprediksi trend kopi kedepan. Meskipun kami mengikuti sebagian arus, tapi kami berusaha untuk tidak hanyut.
Apa saja yang kami dapatkan?
Beberapa tenant menggelar public cupping selama event berlangsung, jadi kesempatan buat kami sebagai visitor untuk ikut mencicipi kopi yang mereka sajikan. Cukup berwarna karakter dari masing2 kopi, berderet geisha dgn berbagai macam proses pasca panen, mulai klasik sampai infused. Ada juga jenis kopi yang lagi naik daun dengan harga lelang tembus diatas 10jt/kg? Ya, eugenioides, susah banget spelling nya๐
Di salah satu hall ada producer village,tempat dimana petani2 dan prosesor kopi indonesia yang sudah masyhur berada. Ada sesi public cupping juga setiap hari selama event berlangsung. Jadi banyak referensi yang kami dapatkan.
Bertemu kolega juga jadi salah satu agenda kami di event ini. Beberapa produsen kopi yang bahkan setelah terjadi transaksi bertahun2 baru bisa ketemuan di event tersebut, karena kami sama2 jauh jaraknya, jadi ada kesempatan bertemu di tengah2 wilayah indonesia kami manfaatkan semaksimal mungkin.
Membuka network baru menjadi target kami selanjutnya di event tersebut. Banyak bertemu orang2 baru, dengan cerita2 baru, tentu saja mendapatkan insight2 baru, dengan harapan akan menjadi trigger buat kami untuk dapat lebih berkembang kedepan.
Tak lupa yang terakhir meski di tengah keramaian, alhamdulillah Allah pertemukan kami dengan orang2 alim, ustadz2 kompeten, jadi kami belajar banyak dan secara spontan bikin mini taklim di venue event tersebut๐
Dengan harga tiket presale 320rb untuk 3 hari event international kami rasa sebanding, meski ada sedikit kekecewaan pengunjung di hari pertama saat mau masuk gate, mengular antrian untuk penukaran barcode tiket.