02/04/2015
Si Miskin Bekerja Untuk Uang, Si
Kaya Mempekerjakan Uang.
Cepu - Seringkali kita dengar sebuah cerita
yang biasa terjadi, orang menengah begitu lulus
sekolah mereka bekerja dan kemudian ketika
mereka menemukan pasangan mereka menikah,
dan karena dua-duanya bekerja mereka merasa
cukup dapat penghasilan.
Untuk itu mereka memberanikan diri untuk
menyicil rumah, dan kemudian datang lah kabar
gembira bahwa yang perempuan hamil. Kemudian
sang suami bekerja lebih keras lagi untuk
menyambut kehadiran sang bayi. Dan begitu bayi
lahir dan bayi berikutnya lahir, keduanya
termotivasi untuk mengejar uang lebih keras lagi.
Waktu berlalu dan mereka berdua dipromosikan
dan naik gaji.
Dan ketika bertambah bayi berikutnya, akhirnya
yang laki-laki meminta sang istri berhenti bekerja
untuk merawat anak. Dan sang suami bekerja
lebih keras lagi sampai akhinya dipromosikan dan
naik gaji lagi. Dampak gaji cukup besar lalu ada
keberanian untuk mulai menyicil mobil. Dan
seiring anak-anaknya bertambah besar, rumah
yang kecil tadi semakin penuh sesak dan begitu
gaji besar, maka mulai menyicil rumah yang lebih
besar.
Dan ketika anak-anak mulai besar, maka mulai
menyicil mobil berikutnya. Dan ketika karir
melonjak lebih bagus lagi karena diangkat
menjadi direktur, maka mulailah menyicil rumah
mewah dan ada kolam renangnya. Terus dan
menerus, sampai akhirnya mereka mati
meninggalkan utang. Mereka seumur hidup
menjadi budak uang.
Sedangkan orang kaya, mereka begitu lulus atau
bahkan sebelum lulus mereka bekerja untuk
mendapatkan pengetahuan, uang, dan kenalan. Di
mana akhirnya uang bekerja untuk mereka.
Mereka menunda kesenangan, mengumpulkan
uang, pengetahuan, dan kenalan, kemudian
mereka menginvestasikan ketiganya tadi,
sehingga uang bekerja untuk mereka dengan atau
tanpa berkerja.
Mereka menyisihkan uangnya, menggunakan
pengetahuan serta kenalan untuk mendapatkan
usaha-usaha yang menghasilkan uang, tanpa
harus terlibat terlalu banyak. Mungkin mereka
akan investasi ke kos-kosan, sarang burung
walet, reksa dana, saham yang menghasilkan
dividen, royalti, dan ketika pendapatan pasifnya
jauh lebih besar daripada gaya hidupnya, mereka
aman dalam arti yang sungguhnya. @ Tung
Desem Waringin - detikFinance