10/05/2019
Integrasi Sensori Motorik dan Pengaruh Pada Tumbuh Kembang Anak-anak
Apa arti dari Integrasi Sensori Motorik? Integrasi Sensori Motorik adalah hubungan antara sistem sensori (saraf) dan sistem motorik (otot). Ini juga merujuk pada proses dimana kedua sistem (sensori dan motorik) berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain.
Integrasi tersebut terbentuk dari periode tumbuh kembang anak dari lahir hingga 7 tahun. Dalam waktu tersebut, anak-anak pada umumnya mulai merasakan sensasi (melalui panca indranya) dan menggerakkan tubuhnya untuk merespon sensasi tersebut. Pertumbuhannya pada fungsi mental dan sosialnya sangat dipengaruhi oleh pondasi integrasi sensori motorik
Proses Integrasi ini memiliki 3 bagian: (1) Salah satu dari panca indra menerima stimulus. (2) Sistem saraf meneruskan informasi tersebut ke otak dimana informasi tersebut di terjemahkan. (3) otak akan menentukan respon yang akan dibuat dan mengirimkan instruksinya ke kumpulan otot di indra yang akan merespon stimulus
Fungsi saraf dan motorik bekerja layaknya tim, apabila ada kendala dalam sistem saraf dalam mengirim stimulus, otak tidak akan memproses stimulus tersebut, dan jika kendala terjadi pada sensori motorik, otot pada sensori motorik tidak mendapat perintah yang jelas dan berakibat pada respon motorik yang salah.
Permasalahan terbesar pada anak-anak jaman sekarang adalah sistem saraf mereka mampu menerima dan memproses stimulus namun sensori motorik anak kurang mampu untuk memproses dan merespon stimulus tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut namun faktor terbesar adalah kurangnya aktifitas fisik yang merangsang tumbuh kembang sensori motoriknya. Tinggal di kota besar (terutama Jakarta) merupakan tantangan tersendiri untuk mencari ruang aktifitas bagi anak kita. Lingkungan yang panas dan berdebu, ditambah polusi udara membuat kita berpikir dua kali untuk membawa anak kita beraktifitas di luar ruangan.
Ditambah dengan paparan teknologi yang terlalu dini bagi anak-anak kita menyebabkan mereka menjadi sedentary dan tidak mengasah kemampuan motoriknya.
Namun sebagai orangtua, kita harus bisa mencari solusi untuk kebaikan buah hati kita, apapun kondisinya. Kita bisa melatih sensori motoriknya dengan aktifitas-aktifitas di dalam ruangan dengan permainan edukasi dan permainan sensori. Tidak harus selalu yang mahal, yang terpenting adalah manfaat dari permainan tersebut.