Aman Saji

Aman Saji Aman Saji adalah penanda bahwa Food Handler telah kompeten menangani makanan secara aman. Penanda Am

Pada skema sertifikasi HSM, LSP JMKP menerbitkan penanda sertifikasi "AMAN SAJI" dalam bentuk Emblem/Pin kepada Pemegang Sertifikat Kompetensi. Perusahaan yang mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program sertifikasi kompetensi HSM dan telah mendapatkan Sertifikat Laik Sehat diberikan kesempatan untuk mendapatkan SERTIFIKAT AMAN SAJI. Penanda AMAN SAJI dapat bermanfaat sebagai salah satu penguatan image Perusahaan kepada pelanggannya dalam komitmen menjaga keamanan makanan yang disajikannya.

28/08/2017

SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencangkup aspek Pengetahuan (knowledge), Keterampilan dan/ atau keahlian (skills) serta sikap kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

21/08/2017

Pengertian Food Safety
Food safety adalah sistem manajemen keamanan pangan yang dapat membantu
organisasi untuk mengurangi risiko bahaya yang berkaitan dengan makanan dan minuman.
Sistem-sistem manajemen ini juga tidak hanya memperhitungkan aturan dasar dalam
membuat makanan dan praktek kerja yang dapat diterima secara benar, tetapi
juga meliputi renncana-rencana yang memungkinkan untuk terjadinya kesalahan dalam
pengolahan sehingga dimungkinkan untuk penarikan kembali produk. Semua jenis praktek
tersebut membentuk dasar suatu sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini
mencakup elemen kunci untuk membentuk keamanan pangan, dimana salah satu elemen kunci
tersebut adalah HACCP yang dirancang untuk digunakan pada semua segmen industri
pangan mulai perencanaan, penerimaan material, pengolahan, pabrikasi, distribusi dan penjualan
sampai pada penyiapan makanan untuk dikonsumsi. Elemen kunci lain seperti
GMP yang diterapkan saat ini (Good Manufacturing Practices) merupakan suatu dasar
yang yang penting bagi keberhasilan pengembangan dan penerapan rencana HACCP.

Ayoo.. Miliki segera Sertifikasi Kompetensi berlogo Garuda berskala ASEAN.Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah mulai dib...
01/08/2017

Ayoo.. Miliki segera Sertifikasi Kompetensi berlogo Garuda berskala ASEAN.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah mulai diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Pemberlakuan MEAini berdampakpada hilangnya batas antar negara dalam perdagangan produkatau jasa, investasi, dan arus bebas tenaga kerja terampil. Salah satu kunci keberhasilan tenaga kerja menghadapi MEAadalah kepemilikan sertifikat kompetensi kerja. Sertifikat Kompetensi Kerja ini merupakan pengakuan yang diberikan oleh Negara melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bahwa tenaga kerja/ calon tenagakerja telah membuktikan kompetensi kerjanya sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Apabila Bapak membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami di nomor 0251-7592270, direct call 081511740727 (Julia), atau email [email protected]. Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

Salam Kompeten,
LSP JMKP

AMAN SAJI merupakan Penanda yang diberikan oleh LSP JMKP (www.jmkp.co.id) kepada Personel yang KOMPETEN menangani makana...
06/07/2017

AMAN SAJI merupakan Penanda yang diberikan oleh LSP JMKP (www.jmkp.co.id) kepada Personel yang KOMPETEN menangani makanan secara aman.

Pilih Rumah Makan/Restoran/Kafe/Katering yang telah memiliki personel dengan penanda di atas untuk memastikan Anda mendapatkan produk makanan yang AMAN untuk dikonsumsi.

Rumah Makan/Restoran/Kafe/Katering yang sudah bergabung dalam program AMAN SAJI bisa dilihat di www.jmkp.co.id

Detail info silahkan hubungi LSP JMKP di :

Telp : 0251 - 7592270
HP : 081511740727

www.jmkp.co.id

“Apa bekal/amunisi Anda dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?”"Bisnis ingin tahan banting sambut MEA ?"Sejak Januar...
04/07/2017

“Apa bekal/amunisi Anda dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?”

"Bisnis ingin tahan banting sambut MEA ?"

Sejak Januari 2016, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak hanya berupa slogan. Sejak Januari 2016, MEA adalah realitas, dimana 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) bergabung menjadi satu kesatuan masyarakat ekonomi Asean. Sebagai kesatuan ekonomi, MEA mempunyai potensi yang luar biasa, mempunyai total GDP sekitar $ 2.5 triliun dengan perdagangan intra-regional sebesar $ 1 triliun.

Artinya, ajang kompetensi menjadi terbuka. Indonesia jelas mempunyai daya tarik tersendiri bagi anggota MEA yang lain karena potensi pasar yang luar biasa besar. Dengan demikian bebasnya keluar-masuk barang, jasa, dan SDM, maka kompetisi menjadi lebih sengit.

Hal yang sama juga terjadi untuk organisasi rantai pangan (from farm to table), persaingan yang semakin sengit menuntut kejelian dan kegesitan tersendiri dalam mengembangkan pasar dan produknya. Adanya sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga kerja dan atau calon tenaga kerja adalah salah satu kunci dalam memenangkan persaingan. Pengakuan kompetensi diberikan oleh pemerintah Indonesia melalui BNSP, BNSP dapat memberikan lisensi kepada LSP, sehingga sertifikat yang dikeluarkan LSP akan teregistrasi ke BNSP.

LSP JMKP didirikan untuk memastikan kompetensi tenaga kerja sektor pangan, khususnya bidang penjaminan mutu dan keamanan pangan guna mendukung program keamanan pangan di Indonesia. Melalui sertifikasi LSP JMKP, organisasi dan tenaga kerja sektor pangan akan memiliki daya saing tinggi untuk berkompetisi di pasar global. Dalam menyikapi tuntutan kualifikasi tenaga kerja pada dunia usaha/ industri pangan, maka diformulasikan suatu standar berisi rumusan kemampuan kerja pada bidang yang spesifik keamanan pangan yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dinyatakan sebagai kompetensi dan diakui secara nasional. LSP JMKP didirikan untuk memelihara dan menvalidasi kompetensi kerja personal bersangkutan melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja di bidang keamanan pangan yang dilakukan di sepanjang mata rantai pangan (from farm to table).

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Hotel D'Anaya BogorSebanyak 20 personel Food Handler Hotel D'Anaya Bogor telah ...
03/07/2017

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Hotel D'Anaya Bogor

Sebanyak 20 personel Food Handler Hotel D'Anaya Bogor telah mengikuti uji kompetensi kerja Skema Klaster Penanganan Makanan pada Bidang Jasa Usaha Makanan (Food Handler). Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor utama dari 12 Sektor Prioritas MEA 2015.
LSP JMKP menyediakan beberapa skema terlisensi BNSP yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjaminan mutu keamanan pangan yang dilaksanakan oleh organisasi rantai pangan. Sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja indonesia sekaligus menjadi proteksi tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi tenaga kerja asing di era pasar bebas tenaga kerja ini.
Skema Klaster Penanganan Makanan pada Bidang Jasa Usaha Makanan dilaksanakan untuk mendukung penerapan regulasi hygiene sanitasi. Skema ini difokuskan pada penerapan prinsip keamanan pangan, di disain mengadopsi regulasi hygiene sanitasi dan skema voluntary servsave.
Personel yang tersertifikasi pada skema ini akan mendapatkan sertifikat berlogo Garuda (pengakuan negara melalui BNSP) dan mendapatkan PIN penanda Food Handler Certified. Untuk Perusahaan, LSP JMKP akan memberikan award sesuai capaian atau kinerja kelulusan tenaga kerjanya dalam proses sertifikasi.

Uji Kompetensi Food Handler Domino PizzaLSP JMKP melaksanakan uji kompetensi terhadap 77 Food Handler Domino Pizza. Uji ...
03/07/2017

Uji Kompetensi Food Handler Domino Pizza

LSP JMKP melaksanakan uji kompetensi terhadap 77 Food Handler Domino Pizza. Uji kompetensi ini dilaksanakan untuk memastikan kompetensi penanganan pangan sesuai kaidah atau prinsip higiene sanitasi dan keamanan pangan.

Keikutsertaan Domino Pizza pada program sertifikasi kompetensi kerja ini menunjukkan komitmen dari Domino Pizza dalam penjaminan mutu dan keamanan produk yang dijualnya. Semoga semakin banyak food handler lainnya yang bergabung dalam program sertifikasi kompetensi LSP JMKP.

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Penjamah Makanan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)Telah dilaksanakanny...
03/07/2017

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Penjamah Makanan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

Telah dilaksanakannya Sertifikasi Kompetensi Kerja Skema Klaster Penanganan Makanan pada Bidang Jasa Usaha Makanan (Food Handler) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sertifikasi ini diikuti mulai pramusaji hingga juru masak RSCM. Sebanyak 163 personel direkomendasikan kompeten setelah melalui serangkaian uji kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). RSCM telah menunjukkan komitmennya bahwa penyajian makanan bagi pasien telah ditangani oleh Penjamah Makanan atau Food Handler yang memahami prinsip keamanan pangan atau hygiene sanitasi.

Di era pasar bebas seperti saat ini, sangat diperlukan pengakuan akan kompetensi personel dalam profesinya. Hal ini bertujuan agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dengan masyarakat ekonomi ASEAN dan meningkatkan kepercayaan konsumen (brand image) terkait penanganan makanan yang telah dilakukan oleh personel yang berkompeten.

Peningkatan Daya Saing Sektor Pangan Hadapi MEABadan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) akan mendukung penuh kesiapan se...
03/07/2017

Peningkatan Daya Saing Sektor Pangan Hadapi MEA

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) akan mendukung penuh kesiapan sektor pangan dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015). Badan POM telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung seluruh industri pangan khususnya UMKM agar mampu bersaing di pasar ASEAN.

BPOM akan melakukan berbagai upaya agar industri pangan, utamanya UMKM memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu bersaing di tingkat ASEAN, '' kata Kepala Badan POM, Roy Sapringga.

Menurut Roy, peran Badan POM dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN antara lain melakukan pembinaan teknis kepada pelaku usaha, penurunan tarif PNBP untuk UMKM, percepatan dan penyederhanaan perizinan, penganugerahan piagam bintang keamanan pangan, pengawasan preventif, dan penguatan kemitraan dengan stakeholder terkait.

Roy optimistis bahwa UMKM yang tengah tumbuh berkembang di Indonesia sangat potensial dan mampu bersaing di pasar global. "Tidak sulit memperoleh izin MD Badan POM, selama menerapkan cara produksi pangan yang baik. Kami akan menjemput bola untuk melakukan pembinaan agar mempermudah UMKM" tegasnya.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan program integrasi ekonomi dalam sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. Pembentukan MEA yang akan mulai diberlakukan pada akhir tahun 2015 bertujuan untuk meningkatkan daya saing ASEAN di kancah dunia.

Arus pasar bebas mencakup barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan arus modal jelang MEA 2015 secara langsung membuat negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia bersiap diri berkompetisi di berbagai sektor strategis. Seluruh sektor unggulan Indonesia termasuk sektor pangan menjadi perhatian seluruh elemen bangsa agar dapat bersaing di pasar global termasuk ASEAN.

Berbagai upaaya telah dilakukan mensikapi hal itu. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), misalnya. Bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) digelar talkshow dan deklarasi bersama kesiapan sektor pangan menghadapi MEA. kegiatan yang berlangsung pada 18 September 2015 di Auditorium FTP UGM ini, dibuka oleh Dekan FTP UGM, Prof Lilik Sutiarso dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari praktisi industri, UMKM, akademisi, dan pemerintah.

Acara sesi pertama diawali dengan talkshow terkait kesiapan sektor pangan dalam menghadapi MEA 2015. Bertindak sebagai Narasumber adalah Pimpinan Badan POM, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Kementerian Perindustrian. Pada sesi kedua disampaikan materi tentang Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan oleh LSP JMKP dan Soft launching Lembaga Sertifikasi Profesi Halal oleh LPPOM MUI. Selanjutnya dilakukan penyerahan sertifikat lisensi BNSP dan penandatanganan Deklarasi Kesiapan Sektor Pangan menghadapi MEA 2015.

Kepala Badan POM, Roy Sparringa saat tampil di talks show itu mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya mengawal kesiapan sektor pangan dalam menghadapi MEA 2015. Badan POM telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung seluruh industri pangan khususnya UMKM agar mampu bersaing di pasar ASEAN.

Dukungan Badan POM terhadap UMKM pangan telah dimulai sejak tahun 2013 dengan melakukan berbagai kegiatan peningkatan daya saing. Berdasarkan statistik Badan POM, regulatory assistant untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi ketentuan bahan tambahan pangan (BTP), pelabelan, cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), kemasan dilakukan pada 1000 UMKM di 12 provinsi (2013), 846 UMKM di 14 provinsi (2014), dan target 1000 UMKM di 2015. Badan POM juga telah memfasilitasi pendaftaran produk pangan UMKM sebanyak 1.741 item nomor MD (2013), dan 904 item nomor MD (2014).

Monitoring dan evaluasi kemampuan UMKM juga dilakukan Badan POM terhadap 1000 UMKM di 12 provinsi (2013), dan 646 UMKM di 14 provinsi (2014). Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan lima teratas jenis pangan yang diproduksi UMKM adalah tepung dan hasil olahannya (38,54%), hasil olahan biji-bijian dan umbi (15,33%), hasil olahan ikan kering (10,06%), hasil olahan buah (7,59%), dan minuman ringan dan serbuk (6,35%).

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, BBPOM di Yogyakarta turut berpartisipasi mengikuti Pameran dan Pojok Konsultasi dengan memberikan informasi dan edukasi tentang pendaftaran izin edar BPOM RI MD, izin pencantuman tulisan/logo halal pada label pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, label kemasan pangan sesuai peraturan, parameter mutu dan keamanan pangan, dan CPPOB. Peserta tampak tertarik dan antusias untuk berkonsultasi dengan petugas dari BBPOM di Yogyakarta.

Sementara itu BNSP selaku instansi berwenang dalam sertifikasi profesi turut memberikan dukungan regulasi sertifikasi kompetensi dalam upaya peningkatan daya saing tenaga kerja di sektor pangan. Pada tahap awal implementasi MEA 2015 diprioritaskan pada 12 sektor termasuk produk berbasis agro, perikanan, dan kesehatan. Percepatan sertifikasi kompetensi menghadapi MEA terus diupayakan dengan mengembangkan LSP Pihak Ketiga dan/atau LSP Pihak Pertama pada 12 Sektor Prioritas. Pada 11 Februari 2015 telah dilakukan penyerahan Sertifikat Lisensi LSP Keamanan Pangan dari Ketua BNSP, Sumarna F. Abdurahman kepada Kepala Badan POM.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perindustrian RI mendukung perkuatan industri pangan berbasis agro dan perikanan dengan dukungan lembaga riset dan uji pangan olahan sebanyak 2 Balai Besar dan 12 Balai Riset dan Standardisasi. Untuk memperkuat lembaga uji pangan olahan telah dibentuk Jaringan Lembaga Pengujian Pangan Olahan Indonesia (JLPPI) yang beranggotakan masing-masing Kementerian/Lembaga terkait.

Industri pangan merupakan andalan masa depan, karena didukung oleh sumber daya alam yang cukup potensial yang berasal dari sektor pertanian, perikanan/kelautan, peternakan, dan perkebunan. Data Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan industri pengolahan pangan tumbuh sebesar 10,98% (2011), 10,33% (2012), 4,07% (2013), 9,54% (2014), dan 8,46% (Triwulan II 2015). Pertumbuhan industri pangan tersebut berkontribusi nyata terhadap PDB Nasional sebesar 5,41% (2014), dan 5,67% (2015).

BPOM dukung Workshop dan Deklarasi Bersama Kesiapan Sektor Pangan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)Masyarakat Ek...
03/07/2017

BPOM dukung Workshop dan Deklarasi Bersama Kesiapan Sektor Pangan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan pada akhir tahun 2015 ini, dimana ASEAN menjadi pasar tunggal dan basis produksi yang didukung dengan elemen arus pergerakan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja trampil dan arus modal yang lebih bebas. Menjelang datangnya pemberlakuan pasar bebas ASEAN tersebut, seluruh sektor termasuk sektor pangan di Indonesia harus siap bersaing untuk dapat memenangkan kompetisi di pasar global termasuk ASEAN.

Berangkat dari hal tersebut di atas, Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI) bersama Universitas Gadjah Mada, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI) menyelenggarakan “Workshop dan Deklarasi Bersama Kesiapan Sektor Pangan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 18 September 2015, Auditorium Kamarijani Soenjoto, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada , Jl. Flora No.1 Bulaksumur Yogyakarta.

Acara tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Lilik Sutiarso, dilanjutkan dengan penyampaian meteri dan deklarasi. Dalam rangka mendukung kegiatan ini Kepala Badan POM RI Roy Sparingga menyampaikan materi tentang Peraturan terkini terkait dengan keamanan pangan menghadapi MEA, dilanjutkan dengan Standardisasi profesi kompetensi menghadapi MEA oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kesiapan Kementerian Perindustrian menghadapi MEA oleh Kementerian Perindustrian. Pada sesi ke dua disampaikan materi tentang Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan pangan oleh LSP JMKP dan Soft launching Lembaga Sertifikasi Profesi Halal oleh LPPOM MUI.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Balai Besar POM di Yogyakarta melakukan jemput bola dengan membuka Pameran dan Pojok Konsultasi tentang Pendaftaran ijin edar BPOM RI MD, Ijin pencantuman tulisan /logo halal pada label pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, label kemasan pangan sesuai peraturan, parameter mutu dan keamanan pangan, dan Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Peserta tampak antusias ditandai dengan ketertarikan peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi dengan petugas dari Balai Besar POM di Yogyakarta, selain itu poster-poster dan leaflet –leaflet yang dipajang sangat diminati oleh peserta. Kesan- kesan yang disampaikan oleh peserta bahwa kegiatan ini bagus dan sangat bermanfaat.

BBPOM di Yogyakarta

Workshop Inisiasi MRA Bidang Keamanan Pangan Indonesia - ThailandPada Selasa, 16 Februari 2016 berlangsung acara Worksho...
03/07/2017

Workshop Inisiasi MRA Bidang Keamanan Pangan Indonesia - Thailand

Pada Selasa, 16 Februari 2016 berlangsung acara Workshop BNSP – TPQI Thailand. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Bonardo Tobing dan Ibu Ning Sudjito dari Komisi Harmonisasi dan Kelembagaan BNSP, Juladda Meejul dari TPQI Thailand beserta timnya, perwakilan dari BPOM, serta perwakilan dari LSP JMKP. Dalam pertemuan tersebut baik perwakilan Indonesia, maupun perwakilan Thailand menyampaikan standar kompetensi kerja bidang keamanan pangan negara masing-masing sebagai tahap inisiasi MRA. Selain itu, disampaikan program sertifikasi profesi keamanan pangan antara LSP JMKP dan TPQI Thailand.

BBPOM di Yogyakarta

Industri Makanan-Minuman Nasional Kuat Bersaing di Pasar MEAIndustri makanan dan minuman nasional dinilai terkuat dalam ...
22/06/2017

Industri Makanan-Minuman Nasional Kuat Bersaing di Pasar MEA

Industri makanan dan minuman nasional dinilai terkuat dalam menghadapi pertarungan pasar bebas terutama pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sektor prioritas ini memiliki daya saing tinggi karena didukung dengan sumber daya alam yang cukup potensial seperti pertanian, kelautan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan.
"Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang terus tumbuh dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kami percaya sektor ini kuat dan mampu bersaing di pasar ASEAN," kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto di Jakarta, Jumat (12/8).
Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis dan berperan penting bagi pertumbuhan industri non migas. Hal ini ditunjukan dengan laju pertumbuhan positif sebesar 8,20% pada triwulan II tahun 2016.
Peningkatan kekuatan industri makanan dan minuman di dalam negeri akan disokong p**a melalui ketersediaan pasokan bahan baku dan energi. "Oleh karenanya, kami berupaya industri ini diusulkan untuk mendapatkan penurunan harga gas. Itu salah satu kunci sukses untuk menjaga pertumbuhan dan daya saingnya," ujar Panggah.
Kebijakan strategis lain yang telah dijalankan Kemenperin, diantaranya peningkatan standar produk melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan kualitas sumber daya manusia industri melalui penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional(SKKNI), dan percepatan pembangunan infrasturtur.
Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, penyelarasan kebijakan pusat dan daerah, serta penyederhanaan birokrasi perjanjian dan investasi.
Panggah optimistis, jika berbagai kebijakan tersebut dapat terlaksana dengan baik, industri makanan dan minuman mampu memenangkan persaingan di pasar MEA."Maka diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder dalam mendukung langkah strategis tersebut,"tegasnya.

Salah satu kunci keberhasilan menghadapi MEA adalah jaminan mutu dan keamanan produk pangan serta jaminan tenaga kerja penjamin mutu dan keamanan pangan yang kompeten. Jaminan mutu dan keamanan pangan biasanya dibuktikan melalui sertifikasi sistem mutu/ sistem manajemen keamanan pangan dan sertifikasi produk. Namun kini, kebutuhan pasar dan perkembangan kerjasama antar negara mengarahkan pada kebutuhan akan jaminan tenaga kerja penjamin mutu dan keamanan pangan yang kompeten dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi kerja yang diakui negara.

Sumber : http://www.kemenperin.go.id/artikel/15907/Industri-Makanan-Minuman-Nasional-Kuat-Bersaing-di-Pasar-MEA

Address

Bogor
16166

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

0251-7592270

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aman Saji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share