“Dulu Mbok Bari berjualan nasi pecel berkeliling, sering dipanggil oleh B**g Karno dan keluarganya di kediamannya di Istana Gebang,”
Tak hanya itu, ketika Megawati Soekarnoputri naik menjadi presiden, saat bertandang ke Blitar untuk mengunjungi makam ayahnya, juga tak lupa menyempatkan diri untuk mampir makan nasi pecel di Mbok Bari. Nasi pecel dari keluarga Mbok Bari, memang selalu menjadi jujug
an atau panduan pembeli. Pada dasarnya membuat bumbu pecel di manapun resepnya hampir sama. Tapi persoalannya, selain masing-masing orang memiliki perasaan yang berbeda dalam hal cita rasa, ada satu hal lagi yang dibutuhkan untuk menghasilkan bumbu yang lezat. Misalnya, untuk menghasilkan rasa bumbu yang pas, selain formula takaran antara satu bumbu dengan lainnya harus pas, kacang yang dijadikan bahan utama juga harus berkualitas terbaik. Di antarannya, ukuran butiran kacang itu harus rata satu dengan lainnya. “Misalnya, sebutir kacang berukuran 8 mm, maka secara keseluruhan juga harus berukuran 8 mm. Kalau yang lainnya lebih kecil-kecil, berarti itu kacang muda. Kalau tetap digunakan, rasanya akan jauh berbeda. Sebab ketika digoreng, kematangan tidak bisa sama antara satu butir kacang dengan lainnya. Selain itu, untuk menghasilkan bumbu yang gurih, harus tetap menggunakan kacang lokal. Kacang “made in ” India yang saat ini banyak dijual di pasaran, apabila dijadikan bahan bumbu pecel akan menghasilkan bumbu yang kurang gurih. “Tak peduli kacang lokal harganya lebih mahal, tetap akan saya pilih demi menjaga kualitas. Kami, kan, sudah lama berjualan, jadi soal bahan tidak berani main-main,” imbuh Susiana seraya mengatakan, jika siang hari pembeli nasi pecelnya sebagian besar adalah para karyawan kantor pemerintahan. Sedangkan untuk sayuran pecelnya, ia menyediakan berbagai macam jenis, dari daun turi, bayam, kacang, kecipir, daun pepayan, daun ketela, cambah, juga daun kenikir. Agar makin bersemangat makan, pembeli diminta mengambil sendiri nasi dan lauk pauk mendamping pecelnya, seperti tahu, tempe, dan berbagai masakan ikan. “Kalau diminta mengambil sendiri, kan, ada kesan pembeli jadi merasa lebih istimewa daripada diladeni”