Republik SLE Distro and Coffee House

Republik SLE Distro and Coffee House Social, Love and Education. Hanya Kedai Kopi. Seperti kedai kopi biasanya, siapapun dan apapun itu, semua bisa jadi topik 'obrolan' di sini.

sebagai literasi untuk kita semua. wajb sopan dan beretika. Berbeda dan bersatu itu Indonesia.

Kalau kamu, apa kira-kira yang akan kamu tulis dalam ulasanmu?
15/05/2025

Kalau kamu, apa kira-kira yang akan kamu tulis dalam ulasanmu?

Di balik tubuh mungilnya yang hanya berukuran sekitar 5 cm, katak racun emas (Phyllobates terribilis) menyimpan senjata ...
14/04/2025

Di balik tubuh mungilnya yang hanya berukuran sekitar 5 cm, katak racun emas (Phyllobates terribilis) menyimpan senjata mematikan yang membuatnya dijuluki salah satu hewan paling beracun di dunia. Hewan amfibi ini ditemukan di hutan hujan tropis pantai Pasifik Kolombia dan terkenal karena warna kuning cerahnya yang mencolok—sebuah peringatan alami bagi predator agar menjauh.

Yang membuat katak ini begitu mematikan adalah racun yang melapisi kulitnya. Racun tersebut berupa senyawa alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin. Hanya dengan satu miligram racun ini, diperkirakan cukup untuk membunuh 10 hingga 15 manusia dewasa, atau sekitar dua ekor gajah. Racun ini bekerja dengan cara mengganggu sistem saraf, membuat otot-otot tubuh, termasuk jantung, tidak bisa berkontraksi.

Menariknya, di alam liar, katak ini mendapatkan toksinnya dari makanan—serangga kecil seperti semut atau kumbang beracun yang tidak ditemukan dalam penangkaran. Oleh karena itu, katak racun emas yang dibesarkan di laboratorium biasanya tidak mengandung racun.

Masyarakat adat Kolombia telah lama mengetahui bahaya racun ini. Mereka memanfaatkannya untuk melapisi ujung panah berburu mereka, sehingga cukup satu tembakan untuk melumpuhkan mangsa dari kejauhan.

Meskipun mematikan, katak racun emas kini terancam punah akibat hilangnya habitat hutan hujan tropis dan perdagangan ilegal satwa eksotis. Perlindungan terhadap spesies ini sangat penting, bukan hanya untuk kelangsungan hidupnya, tetapi juga untuk memahami potensi senyawa racun ini dalam pengembangan obat-obatan di masa depan.

Dengan tubuh mungil dan tampilan mencolok, katak racun emas menjadi pengingat bahwa kekuatan luar biasa kadang tersembunyi dalam wujud yang paling kecil dan tampaknya tak berbahaya.

**Referensi:**

1. National Geographic - Golden Poison Frog
https://www.nationalgeographic.com/animals/amphibians/facts/golden-poison-frog

2. Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute
https://nationalzoo.si.edu/animals/g

📷 : Pinterest

12/04/2025

Apa arti eksklusivitas? Bagi kami, eksklusivitas adalah ketika sesuatu tidak

QS World University Rankings 2025 menampilkan lebih dari 1.500 universitas di dunia. Peringkat ini disusun oleh para ana...
10/04/2025

QS World University Rankings 2025 menampilkan lebih dari 1.500 universitas di dunia. Peringkat ini disusun oleh para analis terkemuka yang bermitra di puluhan ribu lembaga pendidikan tinggi dengan melihat data dari 16,4 juta makalah akademis.

Penilaian ini disusun menggunakan metodologi inti yang menggunakan berbagai faktor penting termasuk pengalaman mahasiswa, kemitraan universitas, aktivitas penelitian, dan kualifikasi fakultas.

Tahun ini, Universitas Gadjah Mada masuk ke top 10 universitas di Asia Tenggara bersama Universitas Indonesia. Sebagai Informasi, Massachusetts Institute of Technology (MIT) menjadi universitas terbaik di dunia selama 13 tahun berturut-turut, diikuti oleh Imperial College London, Oxford University dan Harvard University.

via QS Top Universities
||

🚨🇮🇩 Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia U-17 tanpa jalur tuan rumah. Di tengah kebahagiaan itu, terseli...
10/04/2025

🚨🇮🇩 Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia U-17 tanpa jalur tuan rumah. Di tengah kebahagiaan itu, terselip kisah inspiratif yang datang dari sang pencetak gol, Fadly Alberto. Demi sampai di titik ini, pemain berdarah Papua-Jawa itu harus melalui petualangan yang penuh kerikil. Perjalanan yang dimulai dari tidur di sebuah rumah sederhana yang berukuran kecil.

Alberto lahir di Papua, tepatnya di Kota Timika, pada 22 Juni 2008. Ia merupakan anak pertama dari pasangan John Clif Hengga, pria asal Timika, dan Piana, perempuan yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Selama berdomisili di Bojonegoro, Alberto bersama ibu dan satu adik perempuannya tinggal di sebuah rumah kecil. Saking kecilnya, daripada menyebutnya rumah, tempat tinggal Alberto lebih pas disebut gubuk. Bayangkan, ukurannya saja hanya 4×8 meter.

Bangunan itu dibangun dengan papan kayu, beralas tanah, dan atapnya menggunakan seng. Bangunan itu berdiri di atas lahan milik Perhutani. Dilihat dari depan, rumah Alberto tampak seperti warung kopi.

Karena tinggal di lahan milik Perhutani, keluarga Alberto mesti membayar sewa. Dan walau mengeluarkan ongkos sewa, masih harus bersiap andai digusur. Pemilik lahan bisa menggusur bangunan itu kapan saja.

Hidup melarat tak lantas melenyapkan impian, cita-cita, keinginan, hasrat setiap anak. Begitu p**a Alberto. Hanya saja, ada anak yang punya privilese, sehingga mungkin tak perlu bekerja terlalu keras. Tapi Alberto jelas mesti bekerja berkali-kali lipat lebih keras. Asa dan tekad yang bulat wajib dimiliki, Dan itu yang menjadi bahan bakar dalam diri Alberto.

Bakat sepak bolanya terlihat saat masih berusia delapan tahun. Saat itu Alberto memang memiliki kecintaan pada sepak bola yang teramat dalam. Kecintaan yang pada waktunya nanti, menembus kemiskinan yang menjeratnya. Di usia delapan tahun, Alberto sudah bergabung ke SSB Sukorejo Putra.

Bukan SSB yang besar, namun sering mendulang berbagai prestasi. Tujuh tahun Fadly Alberto menimba ilmu dan pengetahuan sepak bola di SSB tersebut. Pada 2023 lalu, ketika Bhayangkara Presisi FC membuka seleksi masuk tim muda, pelatih Alberto mendorongnya ikut. Bocah berdarah Papua-Jawa ini diterima di Bhayangkara Presisi FC.

Alberto lalu mengalami perkembangan pesat di klub milik Kepolisian Republik Indonesia itu. Performanya yang bagus membawanya naik kelas dari tim B ke tim A. Soal ekonomi, Alberto memang kurang beruntung, tapi nasib baik dari segi karier berada di pundaknya. Belum genap setahun bergabung ke Bhayangkara Presisi FC, karier Alberto melesat ke tim nasional.

Ceritanya dimulai sebelum Piala AFF U-16, Nova Arianto yang memimpin sebagai pelatih. Coach Nova pun membuka seleksi untuk Timnas Indonesia U-16 yang akan mengikuti ASEAN U-16 Boys Championship alias Piala AFF U-16. Nah, Alberto mengikuti seleksi itu. Sang pemain lolos seleksi tahap pertama dan ikut rombongan Timnas Indonesia U-16 pemusatan latihan di Yogyakarta.

Di situ Nova menyeleksi lagi untuk menentukan pemain yang layak dibawa ke Piala AFF U-16. Kemujuran masih berhembus pada Fadly Alberto. Ia masuk ke Timnas U-16 yang mengikuti Piala AFF U-16 2024 lalu, yang digelar di Indonesia.

Di turnamen tersebut, Alberto membuktikan keputusan Nova memilihnya tidak keliru. Bocah kelahiran Timika itu turut menjebol gawang Singapura dalam kemenangan 3-0 di laga pertama.

Penampilan apik itu membuatnya jadi salah satu andalan Nova Arianto. Tapi sayang, di turnamen itu, Indonesia gagal ke final. Langkah pasukan Nova Arianto dijegal Australia di empat besar. Kabar baiknya, Indonesia masih bisa juara ketiga setelah menumpas Vietnam lima gol tanpa balas.

Beberapa hari setelah Piala AFF U-16, Fadly Alberto kedatangan tamu. Sebuah kabar bahagia. CEO perusahaan makanan dan suplemen kesehatan, PT Realfood Winta Asia, Lusianto Handoko menghadiahi Alberto satu unit rumah.

Penyerahan hadiah rumah itu dilakukan secara simbolis pada Juli 2024 lalu. Tentu saja Fadly Alberto hanya bisa mencurahkan air mata kebahagiaan. Pemuda Bojonegoro ini juga tak henti-hentinya mengucap syukur. Mendapat hadiah rumah berarti satu keinginannya terkabul. Saat tinggal di gubuk reyot, Alberto ingin memberikan rumah untuk ibundanya. Fadly Alberto dan keluarganya tak lagi tinggal di gubuk di atas lahan milik Perhutani.

hikmah di balik gagalnya Alberto dan kawan-kawan ke final Piala AFF U-16 tahun lalu. Ya, ternyata Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang besar bagi Timnas Indonesia U-17. Sesuatu yang besar itu adalah tiket ke Piala Dunia U-17 lewat jalur Piala Asia, bukan tuan rumah seperti Qatar.

Demikianlah kisah Fadly Alberto. Semoga kisah Alberto bisa menginspirasi anak muda Indonesia untuk tidak menyerah pada keadaan. Hanya doa dan harapan, semangat pantang menyerah. Punya Timnas yang jago yang mungkin bisa membantu kita bertahan di kondisi negara yang carut-marut



°°°

🦅

🇮🇩

Pada tahun 1972, seorang ilmuwan Prancis mengunci dirinya di gua gelap gulita sedalam 440 kaki di bawah tanah selama 180...
04/04/2025

Pada tahun 1972, seorang ilmuwan Prancis mengunci dirinya di gua gelap gulita sedalam 440 kaki di bawah tanah selama 180 hari.
Tidak ada cahaya.
Tidak ada waktu.
Tidak ada kontak manusia.
Ia ingin mengungkap rahasia pikiran manusia—dan apa yang ia temukan benar-benar MEMBELOKKAN WAKTU:

Michel Siffre adalah seorang ahli geologi dan peneliti yang terobsesi untuk memahami biologi manusia dalam kondisi ekstrem.

Ia percaya bahwa kunci untuk membuka pikiran manusia terletak pada hubungannya dengan waktu.

Untuk mengujinya, ia merancang eksperimen radikal.

Siffre mengajukan diri untuk hidup sepenuhnya terisolasi di sebuah gua.

Tidak ada jam
Tidak ada sinar matahari
Tidak ada cara untuk melacak waktu
Ia ingin mencari tahu:
• Bagaimana otak bereaksi terhadap isolasi total
• Apa yang terjadi ketika Anda terputus dari siklus alami

Dunia menganggapnya gila.

Pada tahun 1972, Siffre turun ke dalam gua sedalam 440 kaki di bawah tanah di Texas.

Tidak ada kontak dengan dunia luar
Tidak ada matahari untuk menuntun hari-harinya
Hanya dia, kantong tidur, dan peralatan untuk bertahan hidup
Kegelapan itu mutlak.
Keheningan, memekakkan telinga.

Awalnya, Siffre mencoba mempertahankan rutinitas.
Dia mengikuti rasa lapar dan lelah untuk memutuskan kapan harus makan dan tidur.

Tetapi tanpa cahaya atau jam…
Pengertian waktunya mulai terdistorsi.

Jam terasa seperti menit
Hari-hari menjadi kabur
Kondisi mental Siffre memburuk dengan cepat:
• Dia berhalusinasi tentang bayangan dan suara
• Dia menjadi paranoid—yakin ada orang lain di dalam gua
• Pikirannya berputar menjadi kekacauan

Keterasingan itu menghancurkan pikirannya.

Apa yang tidak dia ketahui:
Timnya di atas tanah mengawasi segalanya.

Mereka merekam aktivitasnya untuk membandingkannya dengan waktu sebenarnya.

Hasilnya?
Siffre benar-benar terputus dari kenyataan.

Pada Bulan ke-2, ia yakin 24 jam telah berlalu, padahal sebenarnya hampir 48 jam.

Jam internalnya melambat drastis.

Tubuhnya menciptakan ritme baru:
• 36 jam terjaga
• 12 jam tertidur

Hal ini mengejutkan para ilmuwan.

Manusia berevolusi untuk mengikuti ritme sirkadian 24 jam yang ditetapkan oleh sinar matahari.

Namun, tanpa cahaya, tubuh Siffre menciptakan jamnya sendiri—yang tidak bergantung pada matahari.

Hal itu merupakan bukti bahwa otak manusia memiliki sistem waktu bawaan.

Namun, ada penemuan yang lebih gelap.

Saat minggu berganti bulan, kondisi mentalnya memburuk:
• Ia lupa kata-kata di tengah kalimat
• Ia kesulitan mengingat fakta-fakta dasar
• Emosinya berfluktuasi liar antara kegembiraan dan keputusasaan

Keterasingan mengubah otaknya.

Siffre kemudian menggambarkan pengalaman itu sebagai:
“Perlahan-lahan jatuh ke dalam kegilaan.”

Ia berbicara dengan serangga untuk menemaninya
Ia menemukan kenyamanan dalam suaranya sendiri
Namun keheningan selalu kembali, mencekam dan tanpa henti
Setelah 180 hari, Siffre ditarik keluar dari gua.

Baginya, hanya 151 hari telah berlalu.
Ia tercengang saat mengetahui berapa banyak waktu yang telah hilang.

Tanpa isyarat eksternal, otak kehilangan kendali atas waktu.

Eksperimen Siffre mengungkapkan:
• Waktu bukan hanya eksternal—itu adalah sesuatu yang secara aktif diciptakan oleh pikiran
• Isolasi dan kekurangan sensorik merusak kemampuan ini, menyebabkan disorientasi

Temuannya mengubah pemahaman kita tentang persepsi waktu.

Temuannya menghasilkan terobosan dalam:
• Penelitian ritme sirkadian
• Eksplorasi luar angkasa (isolasi astronot)
• Kesehatan mental dalam kurungan isolasi

Namun, biayanya mahal.

Siffre tidak muncul tanpa cedera:
• Ia menderita kehilangan ingatan permanen
• Kesehatan mentalnya butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih
• Ia menggambarkan gua itu sebagai "malam tanpa akhir" yang menghantuinya selama puluhan tahun

Ia membayar harga yang mahal untuk penemuannya.

Namun, terlepas dari traumanya, Siffre tetap melanjutkan penelitiannya.

Ia kemudian mengisolasi dirinya di gua-gua lain untuk meniru temuannya.

Karyanya meletakkan dasar bagi ilmu tidur modern dan psikologi waktu.

Namun, pertanyaan yang ia ajukan tetap ada:
Apa sebenarnya waktu itu?

Apakah itu konstruksi dari dunia luar—
Atau sesuatu yang diciptakan oleh pikiran?

Eksperimen Siffre menunjukkan bahwa waktu adalah keduanya.
Dan bahwa pikiran memegang kekuatan tertinggi untuk membentuknya.

"Pikiran adalah alam semesta tersendiri." – Michel Siffre

Warisan Siffre adalah pengingat:
Tentang ketahanan dan kerapuhan otak manusia.
Dan bagaimana isolasi dapat mengungkapkan kedalaman dunia batin kita.

02/04/2025

KAS NEGARA KOSONG. PEJABAT ASYIK JOGED VELOCITY

23/03/2025
Kebaikan sudah pasti akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, aamiin...
22/03/2025

Kebaikan sudah pasti akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, aamiin...

Address

Jln. Kz. Abidin 2, Suprapto (depan Eks Barata)
Bengkulu

Opening Hours

Monday 11:00 - 23:00
Tuesday 11:00 - 23:00
Wednesday 11:00 - 23:00
Thursday 11:00 - 23:00
Friday 11:00 - 23:00
Saturday 11:00 - 23:00
Sunday 11:00 - 23:00

Telephone

+6281312495877

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Republik SLE Distro and Coffee House posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category