06/08/2021
3 LEVEL MASTERY, KOGNITIF, EMOSIONAL dan FISIKAL.
Ahmad DS, Kyai Marketing.
Sahabat, mengapa banyak orang paham namun tidak sukses. Karena yang paham belum tentu melakukan. Dan untuk melakukan butuh dorongan mental.
Mastery Level 1, KOGNITIF.
Maksudnya adalah seseorang yang sudah paham sebuah konsep. Misal konsep bebas finansial adalah ketika passive income sudah bisa membiayai kebutuhan hidup dengan gaya hidup yang diinginkan di dalamnya. Mungkin dari membaca buku, bertemu dengan orang sukses, dan merasakan pengalaman sendiri.
Namun jika pemahaman ini hanya sebatas paham ilmunya tanpa dilakukan dengan konsisten maka tidak akan menghasilkan apa-apa dalam kualitas hidupnya. Nah, agar berhasrat untuk melakukannya, seseorang butuh dorongan mastery level 2.
Mastery Level 2, MENTAL.
Baca banyak buku, datang banyak seminar, pengetahuan banyak, namun nasibnya gak berubah-berubah. Karena dia malas melakukannya. Tidak ada alasan kuat untuk melakukannya. Jadinya males, tidak konsisten dan ambyar. Efek compounding interestnya jadi gak terwujud.
Mastery Level 3: FISIKAL.
Semua yang dikerjakan telah menjadi bagian dari hidupnya. Menjadi otomatis, rutin dan reflek. Congruen yakni sangat paham konsepnya , punya alasan kuat untuk melakukan, dan konsistensi dalam tindakan.
Misalnya karena sadar konsep kebebasan finansial tadi maka secara reflek setiap menerima uang akan ditransfer ke tabungan sebesar 10%. Udah gak pakai mikir, gak pakai bertanya penting atau gak penting, dll. Sudah reflek.
Untuk mencapai mastery level 3 ini kuncinya adalah mau mengulang. Gimana kalau bosen dan tidak konsisten? Pokoknya diulang terus sampai menjadi kebiasaan yang reflektif. Apakah perlu dorongan dari eksternal selain internal ? Boleh, pasangan boleh ingatkan atau bahkan memarahi bila lupa. Stick and carrot principles diterapkan. Misalnya habis transfer 10% ke rekening tabungan boleh jajan nasi sate dan gule kambing.
Yuk semua latihan, agar 20 tahun lagi kita ketemu di KMC (Kyai Marketing Club) sudah sukses semua. Awali dari yang kecil, awali sekarang, dan awali dari yang kita bisa. " Rich is slow," Kaya itu pelan pelan, Warren Buffett.