04/04/2025
• 𝗜𝗞𝗔𝗡 𝗟𝗘𝗟𝗘 :
𝗦𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗞𝗼𝗺𝗼𝗱𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗦𝗲𝗸𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗴𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗗𝗶𝗿𝘂𝘁 𝗕𝗣𝗝𝗦 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗜𝘀𝘂 !!!
PATUT DIDUGA ketidakmampuan mengatur dana dan atau mengelola dana (dipakai investasi – 𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙨𝙪𝙨 𝙠𝙤𝙧𝙪𝙥𝙨𝙞 𝘼𝙎𝘼𝘽𝙍𝙄 & 𝙅𝙄𝙒𝘼𝙎𝙍𝘼𝙔𝘼 ) atas hasil pengump**an iuran BPJS di seluruh Indonesia, maupun terkait pemilihan obat-obat yang dicover oleh pihak BPJS, serta OPEX (Operational Expenditure) dari Jajaran Pimpinan BPJS yang terlalu besar.
khusuzon,
terkait dengan covering sakit GINJAL, sekelas DIRUT BPJS mengeluarkan statement yang menggelikan dan PATUT DIDUGA membodohi publik, bersifat menyesatkan, fitnah, tidak mendidik, dan memiliki unsur kebohongan publik (bila ini terjadi di negara Jepang, dapat dipastikan pejabat yang bersangkutan sudah mengundurkan diri), dan sangat merugikan Pihak Lain, dalam hal ini Para Pelaku Usaha Ikan Lele (dari Hulu sampai Hilir).
Statement yang sangat-sangat TAK ILMIAH dan TAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN dari sekelas DIRUT BPJS, yang menyatakan bahwa Penyebab Sakit Ginjal meningkat adalah para penderita tersebut karena mengkonsumsi IKAN LELE, yang sebelumnya telah disuntik Antibiotik.
TANPA BANYAK KATA,
Terlampir beberapa sanggahan atas pernyataan tak bertanggung jawab yang keluar dari Dirut BPJS tersebut. Sanggahan yang kami lampirkan berasal dari kalangan Ilmuwan (Ahli Virus –Pak De Indro), dokter, peternak ikan lele, maupun masyarakat biasa.
JADI,
mengKonsumsi IKAN LELE adalah SEHAT, AMAN, & Justru dianjurkan. Terlebih lagi yang Pakan-nya menggunakan PELET yang difermentasi sebelumnya menggunakan MOLASE, juga dicampur dengan YAKULT dan Jus Nanas !!!