19/10/2022
Agroforestri menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hutan produksi. Berdasarkan definisi ICRAF, pengertian agroforestri adalah penamaan bagi sistem atau teknologi penggunaan lahan di mana tanaman berkayu berumur panjang (termasuk pohon, semak, palem, bambu, dll) dan tanaman pangan dan/atau pakan ternak berumur pendek diusahakan pada petak lahan yang sama dalam suatu pengaturan ruang atau waktu.
Kemudian kenapa harus kopi?
Tanaman kopi membutuhkan tanaman penaung karena akan menunjang keberlanjutan usaha tani kopi, yaitu mempertahankan produksi dalam jangka panjang (di atas 20 tahun) dan mengurangi kelebihan produksi (over bearing) dan mati cabang (DaMatta dkk, 2007 dalam Supriadi dan Pranowo, 2015). Pada tanaman kopi tanpa penaung, selama periode pembungaan terjadi peningkatan penyerapan karbohidrat oleh daun dan cabang untuk menunjang proses pembentukan pembuahan. Akibatnya akar, cabang dan daun mengalami kerusakan. Dengan adanya tanaman penaung proses pematangan buah diperlambat sehingga dapat mengurangi kelebihan produksi dan kerusakan pada akar, daun dan cabang (Muschler, 2001 dalam Bote dan Struik, 2011; dan Ricci dkk, 2011 Supriadi dan Pranowo, 2015).
Kaitanya dengan konservasi?
Agroforestri berbasis kopi dapat mengurangi laju aliran permukaan dan erosi tanah. Hasil penelitian Dariah, dkk (2004) menunjukkan bahwa tingkat aliran permukaan (46,36 mm) dan erosi (1,29 ton/ha) pada agroforestri berbasis kopi lebih rendah dibandingkan kopi monokultur yang mempunyai aliran permukaan dan erosi masing-masing 53,25 mm dan 1,50 ton/ha. Bahkan Utami (2011) dalam Supriadi dan Pranowo (2015) melaporkan aliran permukaan pada sistem agroforestri berbasis kopi lebih rendah dari lahan terbuka dan hutan.
Keuntungan bagaimana?
Sistem agroforestri berbasis kopi dapat meningkatkan mutu dan produksi kopi dibandingkan kebun kopi monokultur. Berdasarkan hasil penelitian Bote dan Struik (2011) tanaman kopi Arabika yang menggunakan naungan menghasilkan berat biji lebih besar (148 g/1000 biji) dibanding tanpa naungan (134 g/1000 biji) dan kualitas biji yang lebih baik dibandingkan tanpa naungan.