23/11/2021
๐๐๐ข๐๐ฃ ๐๐ค๐ฅ๐..๐ช๐ฏ๐ถ ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช, ๐ฎ๐ข'๐ฆ ๐ช๐ฏ๐ถ ๐ฃ๐ฉ๐ฐ๐ญ๐ฐ, ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ข ๐ฏ๐ฆ ๐ฌ๐ข ๐ฆ๐ญ๐ฆ ๐ข ๐ค๐ฐ'๐ฐ...
seperti template yang auto set saat minum kopi di pagi atau siang atau sore atau malam.
Artinya begini, ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ (๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ). ๐๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ฎ๐ข ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ช๐ข๐ณ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ2 ๐ฆ๐ง๐ฆ๐ฌ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ. Kira2 begitulah kata2 bapak atau Mama atau opa oma saat kita hendak minum kopi. Meski sering didengar sambil lalu, tapi selalu saja kalimat nasihat ini tidak absen tiap saat minum kopi.
Banyak cerita dan moment dari 'tradisi kopi' kita yang berlangsung sejak (entah kapan). Sejak tempo doeloe.
Bagian yang menjadi penting juga adalah ๐ฉ๐๐ข๐๐ฃ ๐ ๐ค๐ฅ๐ yang punya tempat sendiri kalo bicara tentang tradisi 'minum kopi', yanh sudah mulai dari opa oma sampe sekrang.
Mokblek adalah salah satunya. Siapa yg tidak familiar sama benda satu ini, semasa kecil yang sering ke sawah, kebun, atau di kampung-kampung, mok blek ibarat mok sejuta umat. Simple dan antipecah dan ramah disegala situasi san musim ๐.
Teman Kopi yg pas selalu membuat kita lupa waktu. Eh ralat, bukan lupa waktu, tetapi waktu selalu terasa kurang. Dan akhirnya berujung pada janji temu, yang entah kapan, tapi sangat yakin bakal jumpa lagi.
โ
Kali ini NEA kedatangan teman kopi dari .coffee dari M*F yg ternyata juga sama2 dari Nagekeo. Beberapa minggu lalu sewaktu trip Flores overland berjumpa dengan teman-teman di M*F, dan disana awal bertemu Kak Lis dan .coffee cs.
Lalu, terus berlanjut ke Nagekeo.
bicara Teman Kopi itu bukan soal tidak pernah berakhir, tapi selalu ada yang baru setiap hari.
๐๐ฉ...๐ด๐ถ๐ต๐ถ ๐ฏ๐ฆ ๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ฆ, ๐ฎ๐ฐ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช ๐ข๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ฐ๐ด- ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ.
Kira2 bgitulah, kalau ngopi dekat tungku. Selalu jadi sasaran tembak untuk menjaga api tetap menyala untuk mengisi kembali air termos.