Jejak Digital 101

Jejak Digital 101 Tonton terus konten kami.

04/10/2017

Sesungguhnya rumah pertama kita adalah surga, kita adalah keturunan penghuni surga dan rumah kembali kita adalah surga. Di dunia ini kita hanyalah mampir. Dan setiap kewajiban yang Alloh perintahkan kepada kita itu sebenarnya mewajibkan kita untuk kembali ke tempat asal muasal kita yaitu surga.

Alloh Swt. berfirman, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An Najm [53] : 13-15)

Oleh karena itu, perjalanan kita adalah perjalanan menuju surga. Maka, amal-amal kita pun adalah amal-amal yang mengantarkan kepada surga. Alloh Swt. menginginkan kita untuk selamat dalam perjalanan kita di dunia. Sehingga Alloh berikan limpahan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana tata cara menempuh jalan keselamatan.

25/08/2017

Alloh Swt. berfirman, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Alloh, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqoroh [2] : 195)

24/08/2017

Daripada banyak berpikir yang tak jelas dan mengotori hati lebih baik banyak berzikir dan berdoa yang bisa jadi solusi

22/08/2017

Kita diuji dengan pujian dan cacian. Cacian adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, tidak ada yang s**a dicaci. Sedangkan pujian adalah sesuatu yang menyenangkan, secara manusiawi kita merasa senang saat dipuji. Akantetapi, sesungguhnya diuji dengan pujian adalah hal yang lebih berat dibandingkan diuji dan cacian. Kenapa? Karena pujian adalah hal yang cocok dengan hawa nafsu kita sehingga terasa enak dan menyenangkan. Sedangkan cacian bukan hal yang cocok dengan hawa nafsu, tidak mengenakkan.

Pujian berpeluang membuai, melenakan dan menenggelamkan kita dalam keasyikan. Sehingga jika kita kurang waspada, bisa tenggelam dalam ujub, sombong, takabur. Sedangkan cacian, akan membuat kesal namun mudah untuk memancing kita untuk mengingatkan diri sendiri agar bersabar.

Pujian dan cacian dua-duanya adalah ujian dari Alloh Swt. Kita memang tidak bisa menahan orang lain untuk memuji atau mencaci kita, akantetapi kita bisa mengelola diri sendiri manakala pujian atau cacian datang kepada kita.

14/08/2017

tidak terima atas apa yang terjadi.

Tidak ada seorang pun, sekuat apapun ia, yang mampu menolak takdir Alloh Swt. Jika Alloh berkehendak maka pasti terjadi. Ketika kotoran burung menimpa rambut kita, mungkin kita akan menggerutu, mengeluh, tak terima atas kejadian itu. Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya sudah terjadi. Maka, sikap terbaik adalah menerima saja, sembari melanjutkan dengan ikhtiar membersihkannya.

Rosululloh Saw. bersabda, “..Maka barangsiapa yang ridho (pada Alloh), maka baginya keridhoan (dari Alloh).” (HR. Tirmidzi)

11/08/2017

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

Orang yang tidak mengerti bahwa hidupnya adalah untuk beribadah kepada Alloh Swt., maka cenderung akan menjalani hidupny...
08/08/2017

Orang yang tidak mengerti bahwa hidupnya adalah untuk beribadah kepada Alloh Swt., maka cenderung akan menjalani hidupnya dengan tanpa memandang halal atau haram. Tolak ukur baginya adalah hawa nafsu, kalau enak ya ambil kalau tidak enak yang tinggalkan. Dia juga tidak mengerti bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara-cara terbaik yaitu cara yang diridhoi Alloh Swt. Dia akan menghalalkan segala cara yang terpenting keinginannya tercapai.

Oleh karena itu, kita perlu istiqomah dalam memegang tujuan hidup kita dan kita terapkan tujuan tersebut pada setiap kegiatan kita. Misalnya kita yakin tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Alloh, nah terapkan tujuan ini dalam setiap sendi kehidupan kita salah satunya dalam sholat kita. Kalau tujuan sholat kita tidak jelas, maka kita akan susah khusyu, susah tumaninah, mudah lupa, kurang konsentrasi karena sholatnya seperti ritual rutinan semata. Sedangkan jika kita jelas tujuannya dalam sholat, maka sholat kita akan berkualitas.

http://www.smstauhiid.com/ulama/aagym/jelas-dalam-hidup/

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Ar Rohmaan Ar Rohiim, menjadikan kita...

04/08/2017

Bila kita melakukan kebaikan dengan tulus, niscaya hati Akan nyaman demikian p**a yang menyaksikan apalagi yang mendapatkan kebaikannya

Waktu yang kita miliki jatahnya sama 24 jam. Ada orang yang dengan jatah waktu tersebut mampu mengurus negara, namun ada...
31/07/2017

Waktu yang kita miliki jatahnya sama 24 jam. Ada orang yang dengan jatah waktu tersebut mampu mengurus negara, namun ada juga yang dengan jatah waktu tersebut mengurus diri sendiri saja tidak mampu. Ada orang yang dengan jatah waktu tersebut mampu memenuhi target pekerjaan dan menghapal ayat-ayat Al Quran, namun ada juga yang dengan jatah waktu tersebut boro-boro sempat menghapal ayat Al Quran, tugas pekerjaannya pun tak ada yang terselesaikan.

Jadi, semua itu bukan karena masalah waktu, tapi karena masalah keterampilan memanfaatkan waktu. Disinilah untung dan rugi itu terjadi. Beruntunglah orang yang bisa memanfaatkan waktu dan merugilah orang yang tidak bisa memanfaatkannya.

http://www.smstauhiid.com/ulama/aagym/aagym-keutamaan-waktu/

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah yang telah menciptakan alam semesta dan seg...

Dalam hidup bersosial, bahkan dalam lingkungan sosial yang kecil sekalipun, selalu saja ada masalah yang terjadi. Bisa k...
13/06/2017

Dalam hidup bersosial, bahkan dalam lingkungan sosial yang kecil sekalipun, selalu saja ada masalah yang terjadi. Bisa karena faktor dari dalam maupun dari luar. Hal yang penting kita yakini bahwa masalah terjadi pasti atas izin Alloh Swt. Dan, masalah hadir sebagai sarana bagi kita untuk beribadah kepada Alloh. Oleh karena itu, janganlah fokus pada masalahnya, akantetapi fokuslah pada jalan keluar atau solusinya.

Fokus pada masalah hanya akan membuat kita terjebak pada kesibukan membicarakan masalah tanpa solusi, bahkan bisa menjerumuskan kita pada kesibukan mencari-cari kambing hitam. Padahal hal itu tidak membuat masalah selesai. Pelajarilah masalah dengan hati yang jernih kemudian fokuslah dalam mencari jalan keluarnya. Dan, salah satu jalan menemukan solusi adalah dengan bermusyawarah.

http://www.smstauhiid.com/ulama/aagym/semangat-solusi/

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jejak Digital 101 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jejak Digital 101:

Share