07/10/2022
Saya Orang Jawa (Suku Jawa)
Namun, saya bukan Jawa Kandang yang cuman tinggal di kampung halaman sendiri saja. Saya punya pengalaman hidup di banyak tempat di Indonesia ini. Mulai Bali, Jakarta, Madura, Aceh, Palembang, Kalimantan, Sulawesi dan NTB.
Jadi, perasaan kesukuan saya tidak setinggi teman-teman saya orang Jawa yang hanya tinggal di daerahnya sendiri saja. Alias Jago Kandang. Atau ada yang merantau tapi kumpulnya hanya dengan orang sekampung dari tanah asalnya di Jawa. Tidak mau berbaur atau mempelajari budaya setempat
Sebagai orang Jawa, kadang saya sedih kalau melihat rekan-rekan orang Jawa lain (Khususnya mereka yang tidak punya pengalaman tinggal di luar daerah) yang selalu mengklaim bahwa segala sesuatu itu milik Orang Jawa. Saya ambil beberapa contoh :
1. Mengklaim bahwa Bakso itu berasal dari Jawa. Hanya gara-gara banyak orang Jawa yang menjadi pedagang Bakso. Padahal, Bakso atau daging yang dibulatkan adalah makanan yang sejak dulu dikenal di banyak Bangsa seperti China salah satunya. Bakso berasal dari bahasa Hokkian Bak dan So yang artinya dagingnya daging yang digiling. Orang Turki sejak dulu juga mengenal istilah "Kofte" untuk daging yang dibulatkan ini. Memang banyak Tukang Bakso itu orang Jawa, tapi bukan berarti asal usul Bakso pertama kali dr Jawa.
2. Batik itu selalu diklaim berasal dari Suku Jawa. Ini salah kaprah. Istilah Batik memang berasal dari Suku Jawa. Merupakan seni mewarnai atau menggambari kain dengan teknik-teknik tertentu. Ternyata, banyak suku lain di Indonesia bahkan di dunia sejak dulu kala punya seni macam ini. Bangsa Mesir Kuno dan dan Cina juga telah lama mengenal teknik ini. Hanya saja istilahnya meminjam dari Istilah Jawa yaitu "Batik". Bukan berarti semua seni batik di dunia ini diciptakan oleh orang Jawa. Ngaku-ngaku itu namanya. Sama seperti istilah merantau, itu adalah istilah meminjam dari Suku Minang. Yang artinya pergi jauh dari kampung halaman, mengembara ke tempat lain. Istilahnya saja yang meminjam dari Bahasa Minang, tapi bukan berarti hanya suku Minang saja yang s**a merantau. Banyak suku yang biasa merantau. Jadi ini soal peminjaman istilah saja. Atau contoh lain adalah Ngabuburit yang meminjam istilah dari Suku Sunda. Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu menunggu buka puasa. Apakah hanya Suku Sunda saja yang punya kebiasaan melakukan kegiatan menunggu buka puasa? Tidak. Hanya istilahnya saja yang meminjam dari Suku Sunda.
3. Keris sering diklaim senjata milik Orang Jawa. Padahal, di Kalimantan Timur saya pernah pergi ke Museum Mulawarman. Di sana ada peninggalan keris cukup tua dari kerajaan tertua di Indonesia yaitu Kerajaan Kutai. Jauh sebelum kerajaan Jawa seperti : Majapahit, Mataram, Demak ada, di Kalimantan Timur sudah ada kerajaan lebih 12 abad sebelum kerajaan di Jawa. Silakan pergi ke Museum tersebut. Di Lampung juga ada senjata bernama Terapang. Bentuknya menyerupai keris. Tapi orang Lampung menolak itu disebut sebagai Keris Jawa. Makanya namanya beda yaitu Terapang.
4. Sering saya menemukan orang Jawa yang mengklaim bahwa Filipina itu dipengaruhi Jawa. Karena mereka menemukan beberapa Bahasa persamaan kata Bahasa Tagalog dengan beberapa kata dalam Bahasa Jawa. Hanya beberapa persamaan saja, Langsung ia simpulkan bahwa Filipina dipengaruhi Jawa dan pernah dikuasai Jawa. Padahal persamaan yang ada di Filipina bukan hanya dengan orang Jawa saja. Banyak suku di Indonesia ini memiliki kesamaan dengan Filipina. Orang di Filipina tepatnya di Pulau Visayas pun lebih bangga mengaku sebagai keturunan Sriwijaya. Bukan keturunan Majapahit.
5. Merasa paling memiliki Pulau Jawa. Karena sama-sama bernama Jawa. Ingat itu hanya nama saja. Tapi artinya berbeda. Istilah Jawa itu awalnya ditemukan dalam naskah Ramayana adalah istilah geografis untuk menyebut Pulau Yava Dvipa yang artinya Pulau Beras. Bukan untuk menyebut Suku Jawa seperti yang ada saat ini. Dahulu belum ada istilah Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi dll. Begitu juga belum ada istilah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Istilah-istilah Itu baru ada sejak zaman penjajahan. Kerajaan pertama kali di Pulau Jawa adalah Tarumanagara, lalu pecah terbagi 2 menjadi Kerajaan Sunda dan Galuh. Apakah kerajaan yang mula-mula di Pulau Jawa ini adalah kerajaan milik Suku Jawa seperti suku Jawa yang sekarang ini? rasanya bukan. Ingat, Berabad Jauh sebelum ada Majapahit juga sudah ada 2 Kerajaan ini. Dan Pulau Jawa pun dalam kajian geografis secara internasional dimasukkan kedalam kelompok Kepulauan Sunda Besar. Di Google Maps masih ditemukan istilah Greater Sunda Island (Sunda Besar) dan Lesser Sunda Islands (Sunda Kecil).
6. Borobudur seringkali diklaim dibangun oleh Orang Suku Jawa. Logika berpikir mereka adalah karena Borobudur itu ada di Jawa Tengah, dan Jawa Tengah sekarang adalah wilayah Suku Jawa. Kesimpulannya Borobudur didirikan oleh Orang Jawa. Khan dulu belum ada konsep pembagian Provinsi dan Kesukuan seperti sekarang. Padahal, Borobudur sudah jelas peninggalan dari Dinasti Kerajaan Srivijaya yaitu Syailendra yang memang pernah juga berkuasa sampai ke Pulau Jawa.
7. Sering ada klaim bahwa orang Jawa menguasai Nusantara. Bahkan Klaim bahwa negara indonesia ini berdiri atas Jasa Majapahit. Itu adalah pemahaman yang Salah besar. Salah Tafsir dari orang-orang Sukuis dan Etnosentris.
Di zaman Majapahit semua kerajaan bersatu semua memberikan dukungannya kepada Majapahit. Semuanya sejajar sesuai dengan semboyan Majapahit sendiri yaitu : "Mitra Sateka" yang artinya Mitra sejajar. Jadi Majapahit tak pernah menguasai nusantara apalagi sampai menjajah setiap tempat di nusantara. Karena di banyak daerah di Indonesia tidak ditemukan banyak bukti bahwa Majapahit menguasai atau menjajah wilayah tersebut.
Negara Indonesia ini juga berdiri bukan atas jasa Majapahit. Di mana kerajaan Majapahit saat perang kemerdekaan? Sudah Tidak ada. Pada saat bangsa-bangsa Eropa datang menjajah, Indonesia sedang terbagi-bagi dalam wilayah Kesultanan dan Kerajaan lain. Majapahit sudah runtuh. Lalu apakah yang mempersatukan kembali orang-orang di Nusantara ini? Bukan Majapahit karena Majapahit sudah tidak ada. Melainkan rasa penderitaan senasib, sepenanggungan karena dijajah. Akhirnya tonggak persatuan itu kembali muncul ketika para pemuda dari berbagai daerah melakukan Sumpah Pemuda. Inilah tonggak dimulainya persatuan baru sebagai Bangsa Indonesia. Ingat, bahwa Indonesia bukan istilah yang muncul sejak zaman Majapahit. Tapi muncul sejak zaman kedatangan Bangsa Eropa ke tanah air ini.
Pada saat Indonesia Merdeka pun, wilayah-wilayah kesultanan dan kerajaan yang tadinya terpisah-pisah, satu persatu mulai menyatakan diri secara s**arela bergabung ke dalam wadah NKRI. Ingat, secara s**arela bukan karena takluk sama Majapahit. Khan Majapahit sudah tidak Ada.
Nah, hanya saja Karena pendiri negara kita saat itu banyak Orang Suku Jawa, maka dalam membangun dasar-dasar negara pun banyak mengambil ide dari Kerajaan Majapahit. Jadi seakan-akan berdirinya negara ini hanya atas Jasa Majapahit seperti yang dikira banyak Orang Jawa selama ini. Padahal itu anggapan yang keliru.
Masing-masing daerah punya andil dalam berdirinya NKRI ini. Misalnya rakyat Aceh berbondong-bondong mengumpulkan uang untuk membeli pesawat. Indonesia bisa punya pesawat negara pertama Kali adalah dari rakyat Aceh. Bukan dari Majapahit, karena Majapahit sudah tidak ada. Kesultanan Siak di Riau juga menyumbangkan 13 Juta Gulden (1000 Triliun) untuk berdirinya Negara ini. Sulawesi Selatan juga pernah membayar kemerdekaan dengan nyawa ribuan warganya saat berjuang melawan Belanda. Saat itu ribuan rakyat Sulawesi Selatan dibantai oleh Westerling. Dimana Majapahit saat itu? apa yang Majapahit korbankan untuk berdirinya negara ini? Tidak ada, karena Majapahit Sudah tidak ada. Yang ada adalah Majapahit diberikan tempat kembali di negara yang sudah kembali merdeka atas pengorbanan banyak pihak di negeri ini. Majapahit kembali diberikan tempat di negeri ini khususnya oleh orang-orang Jawa. Istilah-istilah kenegaraan mengambil dari Majapahit seperti Bhineka Tunggal Ika dll. Tapi ingat sekali lagi berdirinya negara ini bukan hanya atas jasa Majapahit. Karena kerajaan Majapahit sudah tidak ada saat perjuangan kemerdekaan RI.
Kesimpulan :
1. Sebagai orang Jawa, saya mengajak kita semua khususnya dari Suku Jawa agar belajar banyak kembali soal banyak hal terkait sejarah negara ini dan berbagai hal terkait kehidupan sehari-hari kita
2. Jangan membiasakan diri main klaim ini itu tanpa sumber yang jelas atau tanpa informasi yang imbang dari beragam sudut pandang lainnya.
3. Selalu menjaga persatuan. Jangan merasa Sukuisme paling tinggi dari yang lain hanya karena Suku Jawa adalah Mayoritas. Ingat Indonesia dibangun dan diperjuangkan oleh beraneka Suku di Nusantara ini. Bukan oleh Jawa saja.