06/07/2026
Kelahiran Si Kecil tentu membawa kebahagiaan, ya, Moms. Ada satu rangkaian dalam Islam dalam menyambut kelahiran, yakni aqiqah.
Jauh hari sebelum hari lahir tiba, ada baiknya Moms dan Dads mempersiapkan budget-nya.
Bukan hanya untuk biaya kelahiran dan segala perlengkapan Si Kecil, karena ada budget juga yang dikeluarkan untuk melakukan aqiqah.
Hukum Aqiqah untuk Bayi Baru Lahir
Secara bahasa, aqiqah memiliki arti “memotong” yang berasal dari bahasa arab “al-qat’u”.
Terdapat juga definisi lain aqiqah yaitu nama rambut bayi yang baru dilahirkan.
Menurut istilah, aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.
Berdasarkan tafsir sebagian besar ulama yang dinilai paling kuat, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakad. Aqiqah menjadi ibadah yang penting dan diutamakan.
Bila mampu untuk melakukannya, orangtua sangat dianjurkan untuk melakukan aqiqah anaknya saat masih bayi.
Namun, bagi yang tidak mampu untuk melaksanakannya pun aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa.
Diriwayatkan Al-Hasan dari Sammuroh rodhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama." (HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
Ini adalah hadist yang paling kuat tentang disyariatkannya aqiqah.