Insta Food Maluku

Insta Food Maluku Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Insta Food Maluku, Jalan Galunggung Batumerah Atas, Ambon.

Mari berbagi informasi tentang kuliner khas atau populer dari berbagai daerah yang ada di Kepulauan Maluku | Contact e-mail: [email protected] - WA Only 082199636373 - IG |

Pesona Toko Kopi Palma di Lorong Sagu Ambon: Perpaduan Tradisi dan ModernitasKota Ambon, selain dikenal dengan keindahan...
26/01/2025

Pesona Toko Kopi Palma di Lorong Sagu Ambon: Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Kota Ambon, selain dikenal dengan keindahan alamnya, juga punya budaya ngopi yang khas. Rumah-rumah kopi tradisional dulu selalu dipenuhi oleh bapak-bapak yang asyik menikmati secangkir kopi dan berbincang santai. Namun, beberapa tahun terakhir, tren ngopi mulai bergeser. Gelombang coffee shop modern bermunculan, salah satunya Toko Kopi Palma di Lorong Sagu.

Toko Kopi Palma bukan sekadar tempat minum kopi biasa. Lokasinya di Lorong Sagu, yang masih menyimpan jejak arsitektur Belanda, memberikan nuansa nostalgia yang mendalam. Saat pertama kali melangkah masuk, suasana klasik langsung terasa. Mesin jahit kuno, telepon koin, hingga tape jadul menghiasi dekorasinya, membawa kita seakan kembali ke masa lalu.

Toko ini didirikan oleh pasangan suami-istri, Jeanli Elfindy dan Ryan Yoseph. Ide awal Palma berangkat dari kombinasi keahlian mereka: Ryan adalah seorang Pastry Chef, sementara Findy punya pengalaman di dunia marketing. Bersama, mereka menciptakan Palma dengan konsep unik yang menggabungkan tradisi dan modernitas.

Keistimewaan Toko Kopi Palma ada pada menu khasnya, seperti kopi pasir Turki, dan suasana “rumah nenek” yang nyaman. Mereka juga menyajikan menu kekinian seperti Butterscotch Latte, yang jadi favorit pelanggan muda. Tapi siapa sangka, perjalanan Palma tidak selalu mulus. Tantangan terbesar mereka adalah memperkenalkan konsep kopi pasir ke anak-anak muda Ambon, yang awalnya lebih s**a kopi modern.

Untuk mengatasi itu, Ryan bahkan mengikuti sekolah barista agar bisa menambah variasi menu. Kini, Palma menawarkan pilihan kopi tradisional dan modern yang cocok untuk semua kalangan.

Meski sempat mengalami masa sulit, mereka tidak menyerah. Dengan mendengarkan kritik dan saran dari pelanggan, mereka memperbaiki resep, dekorasi, dan suasana. Usaha itu membuahkan hasil, dan Toko Kopi Palma kembali ramai.

Apa yang membuat Palma istimewa? Bagi Findy, jawabannya ada pada pengalaman yang diberikan. Suasana nyaman, menu yang beragam, dan keramahan staf membuat pengunjung merasa seperti di rumah sendiri.

Kini, Palma terus menjadi favorit di tengah persaingan coffee shop lain. Findy dan Ryan berharap, Palma bisa menjadi ruang untuk berbagi cerita, menciptakan kenangan, dan membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang datang.

Kalau Anda sedang di Ambon, sempatkan mampir ke Lorong Sagu dan rasakan kehangatan Toko Kopi Palma. Siapa tahu, secangkir kopi di sana bisa membawa Anda pulang ke masa lalu yang penuh kenangan indah.(*)

Kisah selengkapnya ditulis Tiara Salampessy, bisa dibaca pada situs berita www.potretmaluku.id.

Supira, Warung Kuliner dengan Cita Rasa Rumahan di AmbonCUACA di Ambon sedang tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan....
12/01/2020

Supira, Warung Kuliner dengan Cita Rasa Rumahan di Ambon

CUACA di Ambon sedang tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan. Kemarin cuaca cerah seharian. Hari ini, Selasa (28/6), hujan mengguyur kota ini sedari siang. Meski begitu, rintik hujan yang awet sejak tadi, tidak mengurungkan niat saya untuk jelajah kuliner Ramadan hari ini.

Jarum jam baru menunjukkan pukul 16.00, tapi kemacetan di ruas jalan Jenderal Sudirman Batu Merah sudah parah “bingits”. Oh bukan, hari ini saya tidak hendak berburu kuliner buka di bursa kue Ramadan Batu Merah. Menggunakan ojek dekat rumah, saya memang harus melintas di ruas jalan itu menuju pusat Kota Ambon. Saya berniat menjajal menu buka puasa yang bukan kue.

Bicara soal kuliner, selera orang sudah pasti berbeda-beda dan bervariasi. Selalu ada saja menu baru yg dicicipi atau disantap. Karena itu, tidak mengherankan banyak majalah dan tabloid khusus masakan yang diterbitkan.

Di layar kaca juga idem dito. Semua stasiun teve beradu tayang acara kuliner, dengan berbagai setting. Ada yg hanya di studio ber-setting dapur. Ada yg di outdoor dekat pantai, di gunung atau bahkan dekat dekat kolam renang. Ada juga yg di-shot langsung dari restoran tertentu, yg cukup terkenal karena menunya lezatnya. Semua itu sekadar untuk memuaskan hasrat & selera makan pemirsa, dengan panduan maupun aneka tips kuliner.

Nah, ngomong soal selera makan ini, tadi di rumah, saya jadi teringat nama Warung Supira. Salah satu warung makan legendaris di Ambon yang letaknya dekat jalan A.Y. Patty. Yang pasti, jika rekan-rekan berada di Ambon dan menanyakan tempat makan siang yang murah dan meriah bernama Supira ini, orang pasti tau tempatnya.

Selain karena mejadi tempat makan siang favorit, hampir semua orang di Ambon pernah mencicipi makanannya. Tapi rekan-rekan akan kecewa jika membayangkan tempatnya model restoran-restoran di kota besar. Karena
Supira hanyalah satu warung kecil di gang kecil di pusat Kota Ambon.

Hujan yang mengguyur, masih belum mau berhenti. Sesekali guyurannya agak melambat. Namun semenit kemudian deras lagi. Saya dan Mon, tukang ojek pangkalan dekat rumah, nekat menerobos derasnya hujan bermodalkan mantel 10.000-an, yang kami beli dari pedagang pinggir jalan.

Motor yang dikemudikan Mon, melintas depan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, memutar balik jalan A.Y. Patty kemudian berbelok di Lorong Pala yang berada di samping Toko Naga Kuning. Warung makan Supira berada persis di belakang took peralatan mesin kapal itu.

Warung sederhana ini ada sejak tahun 1950-an. Sempat berpindah lokasi ke kawasan Waihaong, ketika tragedi kemanusiaan melanda Ambon di tahun 1999. Lalu kembali ke lorong Pala, begitu kondisi Ambon membaik lagi.

Supira, bukan satu-satunya warung makan di situ. Sedikitnya ada tiga warung makan di lorong Pala ini. Namun sebagian besar konsumen, lebih memilih makan di warung Supira. Rasanya yang khas makanan rumahan, yang membuat Supira selalu dikunjungi. Apalagi harganya terhitung “ramah di kantong”. Tidak lebih dari Rp.15.000-an. Menu andalannya adalah nasi ikan, nasi ikan telur, gado-gado, dan tahu kecap.

Sebenarnya setiap bulan puasa warung ini tutup. Hanya saja karena langganannya sebagian besar juga pegawai kantoran yang non Muslim, warung ini memilih buka sejak jam makan siang, sampai menjelang buka puasa. Yang pasti, pelanggan warung Supira berasal dari berbagai profesi. Mulai dari sopir angkot, pelajar, dosen sampai pegawai kantoran. Terutama dari kantor-kantor yang lokasinya berdekatan dengan warung Supira, seperti Kantor Gubernur, Kantor Kejaksaan, maupun sejumlah instansi dalam lingkup Pemkot Ambon.

Saya dan sejumlah pengunjung lain yang membeli untuk kebutuhan buka puasa, masuk lewat pintu belakang yang memang dikhsuskan untuk pelanggan yang beli bungkus untuk dibawa pulang. Di depan saya, ada seorang bapak yang membeli tiga bungkus untuk menu buka puasa dia dan keluarga. Pada antrian di belakang saya, sudah ada dua anak muda yang juga hendak membeli nasi Supira untuk buka puasa.

Ngomong-ngomong, apa sih istimewanya warung Supira? Mungkin rekan-rekan akan bertanya begitu. Bagi saya dan beberapa rekan lain yang pernah singgah untuk makan di situ, soal rasa yang selalu membangkitkan kerinduan kami untuk menyantap menunya.

Saya tidak tahu kalimat yang tepat untuk menggambarkannya, mungkin cukup mengutip kata Pak Bondan Winarno, penjelajah kuliner yang cukup populer itu: Pokoknya Maknyos.

Padahal, menu warung Supira biasa-biasa saja. Nasi dengan sayur oseng-oseng tempe, laksa atau bihun dan sayur pepaya. Bisa ditemani sebutir telur rebus atau cukup sepotong ikan goreng. Cuma itu menunya yang paling favorit. Menu lainnya, tahu kecap dan gado-gado. Meski hanya itu menunya, namun di saat istirahat siang, rekan-rekan harus datang lebih awal jika tidak ingin antri menunggu konsumen lain selesai makan. Atau memesan nasi dan kawan-kawannya itu dibungkus untuk dibawa pulang.

Yap, menunya ada di mana-mana. Warung lain pasti juga punya menu itu. Tapi soal rasa, pasti berbeda-beda. Belakangan saya jadi tau, rasanya yang ngengenin itu, berasal dari proses pengolahannya. Semua makanan di situ dimasak dengan tungku menggunakan kayu bakar. Kayunya sendiri biasanya diperoleh dari bekas proyek bangunan. Ini berlangsung sejak warung tersebut didirikan.

Bisa dibilang, proses memasak di dapur Supira dilakukan secara tradisional. Racikan makanannya punya taste tersendiri. Itu sebabnya, setiap orang yang makan di warung Supira, akan ketagihan. Selalu akan balik untuk makan di situ, tanpa rasa bosan.

Satu lagi yang membuat masakannya nikmat disantap, menurut saya pribadi, mungkin karena diolah dengan “cinta”. Hehehehe. Maksud saya, sekitar lima orang ibu (rata-rata berusia antara 40 sampai 50-an tahun) yang menangani dapurnya memasak sambil bersenda gurau. Tak sedikit pun saya lihat ada yang memasang tampang masam atau muram. Karena itu saya selalu happy menyantap sepiring nasi warung Supira.(satumaluku.com/satumaluku.id)

Manto, Kue Khas dari Banda NairaOleh Djodi Rizky AnwarBERBICARA soal kue tradisional, di kampung saya Banda Naira, Kepul...
10/06/2018

Manto, Kue Khas dari Banda Naira
Oleh Djodi Rizky Anwar

BERBICARA soal kue tradisional, di kampung saya Banda Naira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, ada kue yang sangat populer pada saat bulan Ramadhan. Manto namanya. Kue yang identik dengan warna putih ini, memang menjadi favorit di setiap kalangan. Hampir setiap tahun, khususnya di bulan Ramadhan seperti saat ini, Manto selalu diburu oleh masyarakat di kampung saya itu.

Sosok Manto hampir menyerupai risol tetapi tidak digoreng. Beda lainnya, Manto ini diberi kuah santan. Tak kalah dengan tampilannya yang unik, Manto juga memiliki rasa yang khas, bagi setiap lidah yang mencicipinya. Rasanya yang begitu lembut mulai dari kulit luar, sampai dengan isi berupa suwiran ikan cakalang dicampur kentang di bagian dalamnya, ditambah dengan gurihnya sapuan santan di atasanya, serta ditaburi sedikit bawang goreng dan sedikit daun sup (seledri), menambah nikmat rasanya ketika disantap saat berbuka puasa.

Selain Manto, ada sejumlah hidangan takjil khas lainnya yang biasanya dijajakan saat bulan Ramadan, antara lain aneka kolak dan aneka hidangan es. Begitu juga beragam makanan ringan yang populer di luar bulan Ramadhan, bisa juga kita temukan dijajakan juga sebagai takjil. Namun Manto tetap saja yang paling dicari. Di Kota Ambon, kita bisa mendapatkan Manto dijajakan di bursa kue, pada Festival Kuliner Ramadhan depan Masjid Raya Alfatah. Ok, selamat menikmati Manto.(foto: Ivon Embong)

SUASANA bursa kue Ramadan di kawasan Batumerah Ambon, sore itu masih tetap ramai seperti hari-hari sebelumnya. Ruas jala...
09/06/2018

SUASANA bursa kue Ramadan di kawasan Batumerah Ambon, sore itu masih tetap ramai seperti hari-hari sebelumnya. Ruas jalan menuju ke arah luar Kota Ambon, maupun menuju pusat kota semakin sore semakin padat merayap.

Para petugas lalu lintas terlihat sigap mengatur kendaraan yang lalu lalang, sembari sesekali menghentikan kendaraan untuk memberi kesempatan para pejalan kaki menyeberang. Umumnya mereka ini adalah pelanggan tetap bursa kue Batumerah tersebut.

Tak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir Ramadan. Tentu sudah banyak aneka kue yang kita cicipi saat berbuka puasa. Tapi apakah Anda sudah pernah mencicipi kue Asida atau Asidah?

Ini salah satu kue yang cukup populer dan dicari di Kota Ambon, terutama saat bulan puasa. Apalagi kue ini hanya bisa ditemukan saat Ramadan, di bursa kue kawasan simpang Masjid Raya Alfatah atau di kampung kuliner, Negeri Batumerah. Bukan hanya warga Muslim, warga non Muslim di ibukota Provinsi Maluku ini juga termasuk doyan kue tersebut.

Kepada saya di satu kesempatan, Pendeta Agus Lopuhaa, warga kawasan Kudamati Ambon, mengaku sangat menggemari kue Asida. Dia bahkan sudah mengenal dan menikmati Asida sejak berumur tiga (3) tahun.

“Saya mengenal Asida sewaktu masih kecil di Kota Masohi, Pulau Seram. Bukan saya saja yang doyan kue ini, tapi kami kakak beradik sembilan orang termasuk papa dan mama, setiap hari di bulan puasa pasti menikmatinya,” ujar sahabat saya yang juga dosen pada Politeknik Negeri Ambon ini.

Menurut dia, ada tiga keluarga tetangga mereka di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, yang selalu menyempatkan waktu membagikan Asida jelang saat berbuka puasa. Ketiga keluarga Muslim itu antara lain, Keluarga Ipaenim, Keluarga Kelian dan Keluarga Moni.

“Kalo Tante Idja Moni, kebetulan beliau jualan menu buka puasa di depan rumah kami. Saya biasanya dapat jatah kue Asida darinya,” terang Agus.

Kegemaran menyantap kue yang disebutnya hanya ada selama sebulan dalam satu tahun itu, menurut Agus, ternyata berlanjut ketika dia meninggalkan Kota Masohi untuk melanjutkan kuliah di Kota Ambon. Dengan mudah Asida bisa dia peroleh saat Ramadan di bursa kue Batu Merah. Agus mengaku sangat menggemari kue Asida lantaran rasanya yang manis dengan tekstur kenyal layaknya dodol.

Pendapat senada disampaikan Julaihah, warga Kawasan Kapaha Ambon. Rasanya yang kenyal itu sangat dis**ai suaminya. Ada sejumlah kue yang dia beli di bursa itu, tapi kue Asida menjadi salah satu menu kes**aan suaminya.

Menurut sejumlah warga Desa Batumerah, Kue Asida sebenarnya berasal dari negara di Timur Tengah. Diyakini kue tersebut bisa menyebar ke desa-desa Muslim di Pulau Ambon, ketika para saudagar Arab ikut jalur perdagangan rempah sekitar tahun 1400-an ke Maluku yang ketika itu kenal dengan sebutan Jazirata Al Mulk atau Negeri Para Raja.

Konon di negara asalnya, penganan ini dicocol dengan madu atau minyak samin namun bagi bagi warga di Ambon, bahan tersebut diganti dengan mentega. Sebagai penggugah rasa, di atasnya ditaburi gula putih yang sudah dihaluskan, dicampur dengan bubuk kayu manis dan gardamu (kapulaga).(foto: Ivon Embong)

Insta Food Maluku on
16/05/2016

Insta Food Maluku on

KUE CARA CAKALANG Kue khas Ambon (Maluku) Kue Cara, khas Ambon, rasanya gurih cocok sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari, apalagi sebagai menu berbuka puasa. Resep Kue Cara Isi Ikan Cakalang Untuk 10 12 buah. Bahan kulit: 1 gelas belimbing

AMBON STREET FOOD 01---🙌🙆NASI KUNING BAGADANG. Nasi kuning biasanya identik dengan hajatan. Sebab hampir pasti setiap ha...
29/03/2016

AMBON STREET FOOD 01
-
-
-
🙌🙆NASI KUNING BAGADANG. Nasi kuning biasanya identik dengan hajatan. Sebab hampir pasti setiap hajatan, entah itu acara ulang tahun, syukuran dapat kerjaan, syukuran naik pangkat, syukuran 17-an bahkan sunatan dan sejumlah acara lainnya, menu satu itu biasanya tersaji.

Tapi di Ambon, kita tidak harus menunggu ada acara baru bisa menyantap nasi kuning. Menu satu ini tersedia setiap hari, dan paling banyak bisa ditemukan di kawasan Jl. A.M. Sangadji. Pada kawasan ini ada banyak pedagang nasi kuning, yang lebih populer dengan sebutan Nasi Kuning Begadang.

Kok Nasi Kuning Begadang? Yoi. Diberi nama begitu, lantaran pedagangnya baru akan buka jelang malam, sekitar pukul 19.00 dan baru akan tutup pada pukul 05.00. Itu artinya para pedagang selain menyasar mereka yang cari makan malam, para penjualnya juga meniatkan dagangannya dibeli orang-orang yang doyan begadang, atau bekerja sampai dini hari.

Selain nasi kuning sebenarnya ada juga nasi putih. Lauk pauknya: ikan, telur ayam, telur asin, ayam goreng, ayam kecap, ayam rica-rica, cumi, perkedel, tempe, tahu, sayur oseng-oseng kacang panjang, soun goreng, mie goreng serta sambal goreng tempe dan kacang. Harga mulai dari IDR 13 untuk menu yang paling murah, nasi ikan.

So kalo lagi di Ambon, lalu sementara ngerjain tugas sampe tengah malam dan perut mulai "berorkestra" akibat lapar melanda, jangan lupa segera ke kawasan jalan A.M. Sangadji. Bingung pilih pedagang yang mana? merekomendasikan pedagang yang berjualan persis di samping Pension Caffee. Dijamin pasti nambah.

New places in town! WORKSHOP COFFEE AMBON coming soon! Bakal jadi tempat yang asyik dan hits nih. Penasaran kayak gimana...
16/02/2016

New places in town! WORKSHOP COFFEE AMBON coming soon! Bakal jadi tempat yang asyik dan hits nih. Penasaran kayak gimana? Tunggu tanggal 20 - 02 - 2016

🙋 RESEP KUE CARA.... Kue Cara, khas Ambon, rasanya gurih cocok sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari, apalagi s...
18/01/2016

🙋 RESEP KUE CARA.... Kue Cara, khas Ambon, rasanya gurih cocok sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari, apalagi sebagai menu berbuka puasa.

Resep Kue Cara Isi Ikan Cakalang
Untuk 10 -12 buah.

Bahan kulit:
- 1 gelas belimbing tepung terigu
- 1 butir telur
- 2 sdm susu bubuk
- 1 sdm mentega
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm gula putih - 2 1/2 gelas air atau santan cair.
Campur semua bahan aduk rata sampai kental sisihkan
Bahan isi:
- 1 ekor ikan cakalang sedang
- 1/2 gelas santan kental.
- 1 sdt jintan halus
- 1 sdm ketumbar halus
- Garam, lada dan gula secukupnya.

Haluskan:
- 5 siung bawang putih
- 8 butir bawang merah
- 5 buah cabe keriting
- 2 buah serai ambil putihnya diiris-iris.
- 5 cm lengkuas diiris-iris.

Cara buat:
1. Tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan ikan cakalang suwir. Aduk sampai bumbu tercampur rata.
2. Masukkan santan kental aduk rata. Setelah itu mas**an jintan, ketumbar, lada, garam dan gula. Aduk rata masak sampai tercampur. Angkat.

Panaskan cetakan carabikang, olesi mentega. Tuang 1 sendok sayur adonan kulit, berikan satu sendok makan isi ikan cakalang. Hiasi dengan irisan cabe dan daun seledri, tutup. Panggang hingga matang.

🙋🙆Selamat hari Minggu sahabat. Selamat berakhir pekan dengan keluarga. Apa aktifitas para sahabat hari ini? Ini ada sala...
10/01/2016

🙋🙆Selamat hari Minggu sahabat. Selamat berakhir pekan dengan keluarga. Apa aktifitas para sahabat hari ini? Ini ada salah satu aktifitas menarik mengisi akhir pekan, misalnya membaca sambil menikmati secangkir teh dengan cemilan sukun goreng yang diberi gula merah cair. Patut dicoba nih sahabat. Ok, salam hormat buat semua.

🙍🙅 Kami dari  mengucapkan Selamat Tahun Baru 2016 untuk semua sahabat di mana saja. Semoga harapan, cita-cita dan semua ...
01/01/2016

🙍🙅 Kami dari mengucapkan Selamat Tahun Baru 2016 untuk semua sahabat di mana saja. Semoga harapan, cita-cita dan semua yang terbaik bisa kita raih di tahun ini.

Terima kasih untuk dukungan dan apresiasinya kepada kami. Jangan lupa untuk selalu gunakan hastag dan tag ke kami, agar foto-foto kuliner khas Maluku atau kuliner yang ada di Maluku, hasil jepretan sahabat-sahabat semua bisa kami bagi dengan sahabat-sahabat lainnya.

Salam hormat
Insta Food Maluku

Sharing foto dari sahabat Insta Food Maluku. Trims Wenda Rooswitha.
29/12/2015

Sharing foto dari sahabat Insta Food Maluku. Trims Wenda Rooswitha.

Jajanan..

Selamat Natal untuk para sahabat yang merayakannya. Salam hormat dari Ambon.
27/12/2015

Selamat Natal untuk para sahabat yang merayakannya. Salam hormat dari Ambon.

Address

Jalan Galunggung Batumerah Atas
Ambon
97128

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Insta Food Maluku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Insta Food Maluku:

Share